“There are such a lot of things that have no place in summer and autumn and spring. Everything that’s a little shy and a little rum. Some kinds of night animals and people that don’t fit in with others and that nobody really believes in. They keep out of the way all the year. And then when everything’s quiet and white and the nights are long and most people are asleep—then they appear.” ― Tove Jansson, Moominland Midwinter
Tampilkan postingan dengan label lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lomba. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 27 Juni 2015
Jumat, 10 April 2015
[Short Story] Dear, Mr. Perfectly Fine...
Jatuh cinta. Satu rasa yang sama, dan tiap orang akan
mengekspresikannya dengan cara yang berbeda-beda. Ada tipe straight-foward, yang akan selalu berani untuk berubah menjadi
sosok Romeo atau Kesatria Bergitar di depan sang pujaan dan mengungkapkan
perasaannya secara langsung. Ada juga tipe agresif yang melakukan apapun demi mencuri
perhatian terlebih dahulu. Entah itu dengan cara pura-pura marah, pura-pura
belum makan, pura-pura jatuh, pura-pura nangis, pura-pura sakit sampai yang
paling cadas, pura-pura mati. Selain itu, ada pula tipe yang sebelum Angelina
Jolie beralih profesi jadi tukang bubur kacang ijo di perempatan Jalan Malioboro,
tidak akan pernah berani memperlihatkan apalagi menyatakan perasaannya. Tipe
yang hanya mampu mencintai orang yang disukainya dari jauh. Menghayati
punggungnya, dan memilih jatuh cinta
diam-diam.
Ngomong-ngomong, aku adalah tipe
yang terakhir. Sementara Aira, sahabatku yang ekstrovert itu, adalah tipe kedua. Kami adalah siswi kelas tiga SMA
yang senasib sepenanggungan, sama-sama merupakan korban pesona dari kakak
mentor di tempat bimbingan belajar. Entah, mungkin karena kita mulai bosan dengan
laki-laki yang sebaya dan mencoba untuk menjadi anti-mainstream. Yang jelas pria berusia dua puluh tujuh tahun
dengan kemeja semiformal dan bersenyum ramah nyatanya membuat kami lemah. Dan sungguh,
adalah sebuah ketidaksengajaan ketika di suatu sore usai mengikuti kelas
tambahan dan melihat kakak itu melempar senyum sebatas sapa, aku jatuh cinta.
Langganan:
Postingan (Atom)

